

Hukrim - - Sabtu, 25/03/2017 - 11:20:47 WIB
PEKANBARU, situsriau.com - Di berbagai daerah di Riau, isu penculikan anak untuk dijual organnya telah membuat polisi kelabakan. Di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, warga diresahkan dengan isu komplotan penculik anak yang berpura-pura gila dan menjadi pengemis.
Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono, langsung membantahnya. Katanya, isu itu hoax alias bohong. "Tidak benar itu! Penculikan anak di Bengkalis masih nihil," tegas Hadi di Bengkalis, Jumat (24/4/17).
Hadi mengancam oknum penyebar isu bohong itu karena telah menimbulkan sentimen negatif di masyarakat. "Kita akan cari pelaku penyebar isu bohong ini. Dia akan diproses karena melanggar Undang-undang ITE," tegas Hadi.
Saat ini, katanya, tim Cyber Crime Polda Riau telah bergerak mengejar pelaku penyebar berita bohong itu. Media sosial yang dipakai menyebarkan berita bohong itu akan diidentifikasi untuk menemukan keberadaan pelaku.
Hadi mengimbau masyarakat jangan langsung mempercayai semua isu yang disebar melalui media sosial. Setiap isu harus dikroscek kebenarannya dengan instansi terkait. "Jangan sampai orang tidak bersalah dihakimi massa karena informasi yang belum tentu kebenarannya," katanya.
Walau begitu, keresahan masyarakat Bengkalis kembali pecah pada Jumat (24/3/17) pagi kemarin. Seorang ibu diisukan menculik tiga anak di bawah umur dan dimasukkan dalam karung. Ibu penculik itu disebutkan berada di pelabuhan Roro Bengkalis.
"Kita langsung turun ke lokasi begitu mengetahui isu itu. Memang benar ada ibu yang membawa tiga anak kecil. Kita lalu membawa ibu dan ketiga anak itu ke kantor," kata Kapolsek Bengkalis, AKP Syafril Thalib.
Si ibu mengaku tiga anak yang dibawanya adalah anaknya dan anak adiknya. Mereka warga Duri yang hendak ke Bengkalis. "Kita sudah cek semua informasi yang disampaikan ibu itu, ternyata benar. Dia pergi atas seizin suaminya di Duri," terang Syafril.
Isu serupa juga terjadi di Teluk Kuantan, Kuantan Singingi. Seorang wanita digiring ke Polsek Kuantan Mudik karena dicurigai warga sebagai pelaku penculikan seorang anak di Desa Pisang Berebus, Kecamatan Gunung Toar.
Setelah diperiksa petugas, wanita itu ternyata menderita gangguan jiwa. Wanita itu bernama Winriati (36), warga asal Palembang. Dia kerap berkeliaran membawa boneka.
"Kita akan mengantar Winriati ke keluarganya. Menurut keterangannya, keluarganya ada di perbatasan Sumatera Barat," terang Kapolsek Kuantan Mudik, AKP Eddy Renhar. (sr5, in)
Comments
Post a Comment